Jumat, 13 Januari 2012

Pengaruh Kecepatan Purse Seine Pada Hasil Tangkapan

TUGAS TERSTRUKTUR
MESIN KAPAL

Judul:

Pengaruh Kecepatan Purse Seine Pada Hasil Tangkapan

Disusun Oleh :
David Kau Banase
105080213111008













FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2012

1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki garis pantai 81.000 km dan luas laut sekitar 3,1 juta km2, sehingga potensi perikanan Indonesia sangat besar. Ada banyak alat tangkap yang digunakan untuk mengeksplorasi hasil perikanan laut, salah satunya adalah alat tangkap pukat cincin (purse seine). Purse seine merupakan alat tangkap yang lebih efektif untuk menangkap ikan-ikan pelagis di sekitar permukaan air.
Tujuan dari Praktek Kerja Lapangan ini adalah untuk memperoleh pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan lapang, khususnya untuk mengetahui teknik operasional penangkapan, hasil tangkapan dan faktor-faktor yang berpengaruh dalam penangkapan ikan dengan alat tangkap purse seine. Praktek Kerja Lapang ini dilaksanakan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Propinsi Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung mulai 19 Juli – 1 September 2010. Metode yang digunakan dalam Praktek Kerja Lapang ini adalah metode deskriptif dengan pengambilan data meliputi data primer dan data sekunder. Pengambilan data dilakukan dengan cara partisipasi aktif, observasi, dan studi pustaka.
Teknik operasional penangkapan dengan alat tangkap purse seine menggunakan dua kapal (two boats system) dan sistem operasi hanya dilakukan selama satu hari (one day fishing). Teknik operasional alat tangkap purse seine memiliki tiga tipe operasional, yaitu tipe gerakan, tipe gadangan dan tipe operasional penangkapan di rumpon. Tahapan operasional alat tangkap purse seine terdiri dari persiapan awal, penentuan fishing ground, setting, hauling, dan penanganan hasil tangkapan (handling). Ketepatan melingkari gerombolan ikan, kecepatan tenggelamnya pemberat dan kecepatan penarikan purse line merupakan faktor penting dalam operasional purse seine.
Hasil tangkapan dengan alat tangkap purse seine adalah ikan pelagis seperti tongkol (Euthynnus affinis), ikan tuna (sirip kuning) (Thunnus albacares), Ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) dan ikan pelagis lainnya. Beberapa permasalahan yang timbul dalam teknis penangkapan yaitu rusaknya alat tangkap pada saat melakukan operasional penangkapan dan kondisi cuaca yang tidak mendukung, sehingga hasil tangkapan berkurang.
Motor bakar adalah sebuah pesawat yang dapat mengubah salah satu bentuk energi menjadi suatu kerja mekanik termasuk enrgi energi listrik, BBM dan lain-lain.
Pada motor bakar energinya diperoleh dari pembakaran suatu bahan bakar didalam pesawat itu sendiri yang menimbulkan kenaikan tekanan dan pengembangan gas, sehingga dapat dipergunakan untuk kerja mekanik.
Sebuah motor bakar adalah yang mendapat atau membuat energi dari pembakaran suatu bahan bakar didalam pesawat itu sendiri dan mengubahnya menjadi kerja mekanik.
Adalah dalam cara kerjanya mesin uap pembakaranya terpisah atau ditempat yang lain menggunakan (ketel), panas yang dikeluarkan oleh bahan bakar dipindahkan pada bahan atau lat pengantara (air ketel) yang kemudian dalam bentuk uap dimasukkan kedalam suatu pesawat untuk dapat diubah menjadi kerja mekanik.
Sehingga dengan cara diatas maka : mesin uap adalah suatu pesawat yang mendapat energi dari pembakaran suatu bahan bakar ditempat lain dan dialirkan dalam bentuk uap diubah menjadi kerja mekanik.

















2 DATA PRIMER
Reaksi dari stres ikan sarden (Sardina pilchardus) terhadap penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap purse seine. Dimana, sesuai dengan pengamatan yang dilakukan oleh perikanan purse seine di portugal utara digambarkan untuk menggambarkan dinamika awal sardin (sardina pichardus) dengan mengidentifikasi stressor selama proses penangkapan ikan komersial.
Dari perubahan hematokrit, hemoglobin, kortisol, glukosa, konsentrasi ionik, ATP dan catabolites yang dimodelkan dengan menggunakan model campuran linear sebagai fungsih dari waktu yang dihabiskan ikan di jaring, yaitu biologis (jenis kelamin,tempat reproduksi) dan variabel operasional (memancing, tingkat cahaya dan fase operasi penangkapan ikan). Tren linear yang signifikan dengan waktu yang terdeteksi untuk yang paling stres variabel dan konsentrasi selama 2 jamdalam jaring yang konsisten dengan nilai-nilai sastra reaksi stres ikut untuk teleosts. Sehingga faktor yang mempengaruhi masing-masing ketegangan variabel dengan sampel selama perjalanan. Namun, tren linear dengan waktu yang dihabiskan variabel yang paling stres diamati untuk diberikan bahwa durasi dari penangkapan adalah stres utama dalam penangkapan ikan dengan alat tangkap purse seine sebagai hasil dari progresif volume air, dan pemindahan manipulasi terkait dengan metode memancing.
Sehingga dapat menunjukan bahwa perikanan purse seine merupakan studi studi kasus yang menarik untuk meningkatkan dan memahami respon stres dari ikan untuk perikanan. Kantong jangkar purse seine dari portugal disebabkan stres jauh reaksi dalam sarden dengan nilai rata-rata pada akhir memancing. Kegiatan serupa dengan nilai puncak yang dilaporkan dalam literatur (jurnal) stres ikan saat di tangkap dengan alat tangkap purse seine. Sistem biologi dari stres ikan pada operasional variable memiliki dampak terbatas pada respon stres, sementara linear tren sangat signifikandengan waktu yang dihabiskan dalam jaringan diamati untuk variabel yang paling kurang signifikan dari efek menangkap dan tidak adanya signifikan antara perjalanan variasi dalam pengaruh waktu (acak) bahwa memberikan waktu yang dihabiskan dalam jaring adalah semakin penting operasianal variabel dari jumlah ikan (tertangkap dengan jaring).



3 DATA SEKUNDER
3.1 Definisi Alat Tangkap Purse Seine
Purse Seine disebut juga “pukat cincin” karena alat tangkap ini dilengkapi dengan cincin untuk mana “tali cincin” atau “tali kerut” di lalukan di dalamnya. Fungsi cincin dan tali kerut / tali kolor ini penting terutama pada waktu pengoperasian jaring. Sebab dengan adanya tali kerut tersebut jaring yang tadinya tidak berkantong akan terbentuk pada tiap akhir penangkapan. Prinsip menangkap ikan dengan purse seine adalah dengan melingkari suatu gerombolan ikan dengan jaring, setelah itu jaring bagian bawah dikerucutkan, dengan demikian ikan-ikan terkumpul di bagian kantong. Dengan kata lain dengan memperkecil ruang lingkup gerak ikan. Ikan-ikan tidak dapat melarikan diri dan akhirnya tertangkap. Fungsi mata jaring dan jaring adalah sebagai dinding penghadang, dan bukan sebagai pengerat ikan. (fiqrin, 2010).
Purse seine atau jaring lingkar adalah jenis jaring penangkapan ikanberbentuk persegi panjang atau trapesiu, dilengkapi dengan tali kolor yang dilewatkan melalui cincin yang diikatkan pada bagian bawah jaring (tali ris bawa), sehingga dengan menarik tali kolor bagian bawah jaring dapat dikuncupkan sehingga gerombolan ikan terkurung dalam jaring dapat dikuncupkan sehingga gerombolan ikan terkurung dalam jaring. (frezeries, 2009).






Gambar 1. Alat Tangkap Purse Seine
Di Jepang purse seine dapat dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1) One Boat Horse Sardine Purse Seine
2) Two Boat Sardine Purse Seine
3) One Boat Horse Mackerel and Mackerel Purse Seine
4) Two Boat Horse Mackerel and Mackerel Purse Seine
5) One Boat Skipjack and Tuna Purse Seine
6) Two Boat skipjack and Tuna Purse Seine
Dari keenam macam purse seine di atas no (2), (3), (5) merupakan purse seine yang banyak digunakan.
3.2 Sejarah Alat Tangkap Purse Seine
Purse seine, pertama kali diperkenalkan di pantai utara Jawa oleh BPPL (LPPL) pada tahun 1970 dalam rangka kerjasama dengan pengusaha perikanan di Batang (Bpk. Djajuri) dan berhasil dengan baik. Kemudian diaplikasikan di Muncar (1973 / 1974) dan berkembang pesat sampai sekarang. Pada awal pengembangannya di Muncar sempat menimbulakan konflik sosial antara nelayan tradisional nelayan pengusaha yang menggunakan purse seine. Namun akhirnya dapat diterima juga. Purse seine ini memang potensial dan produktivitas hasil tangkapannya tinggi. Dalam perkembangannya terus mengalami penyempurnaan tidak hanya bentuk (kontruksi) tetapi juga bahan dan perahu / kapal yang digunakan untuk usaha perikanannya. (fiqrin, 2010).

3.3 Klasifikasi Alat Tangkap Purse Seine
Spesifikasi teknis alat tangkap purse seine terdiri dari :
a. Tali iris atas : Tali PE (polyethylene) atau PP (polypropylene).
b. Ukuran mata jaring : Untuk menangkap ikan pelagis kecil sayap dan mesh size badan berukuran > 50 mm dan kantong berukuran > 25 mm.
c. Tali ris bawah : Tali PE, PA atau bahan lain
d. Tali kolor (purse line) : Tali PE, PA atau bahan lain
e. Pelampung : Plastik atau styrofoam
f. Cincin : Terbuat dari besi tahan karat (stainless steel)
g. Alat Bantu : Alat bantu untuk menarik dan mengangkat jaring yatu net drum, line hauler/kapstan, winch dan power block. Alat bantu pengumpul ikan berupa rumpon atau lampu.





Gambar 2. power block
Jaring purse seine terdiri dari dua bagian utama, yaitu bagian sayap dan kantong. Bagian kantong berada ditengah diapit oleh bagian sayap pada kedua sisinya. Panjang jaring 400 – 700 meter, kedalaman 40 – 70 meter dan ukuran mata jaring kantong ¾ inchi. Bahan jaring adalah nylon multifilament dengan nomor benang dan mata jaring yang berbeda. Bagian kantong menggunakan nomor benang 210d/12 dengan ukuran mata jaring 19 mm, bagian sayap menggunakan nomor benang 210 d/9 dengan ukuran mata jaring 25,4 mm. Bagian badan sayap dan bagian bawah kantong menggunakan nomor benang 210 d/6 dengan ukuran mata jaring 25,4 mm. (frezeries, 2009).

3.5 Bagian-bagian Alat Tangkap Purse Seine
Seperti juga pada alat tangkap lainnya, maka satu unit purse seine terdiri dari jaring, kapal, dan alat bantu (rumpon, lampu dan sebagainya).  Pada garis besarnya jaring purse seine terdiri dari  kantong (bag, bunt), badan jarring, tepi jarring, pelampung (float, corck), tali pelampung (corck line, float line), sayap (wing), pemberat (sinker, lead), tali penarik (purse line), tali cincin (purs ring), dan selvage. (duniaperikanan, 2011) .





Gambar 3. Bagian-bagian Alat Tangkap Purse Seine
3.6 Operasi Penangkapan Dengan Purse Seine
Metode Pengoperasian Alat
   Pada umumnya jaring dipasang dari bagian belakang kapal (buritan) tetapi ada juga yang menggunakan samping kapal. Tahapan operasi penangkapan dengan alat purse seine sama seperti proses penangkapan dengan alat lainnya yaitu persiapan, setting, hauling dan memindahkan hasil tangkapan. Urutan operasi dapat digambarkan sebagai berikut :
   Pertama-tama haruslah diketemukan gerombolan ikan terlebih dahulu. Ini dapat dilakukan berdasarkan pengalaman-pengalaman, seperti adanya perubahan warna permukaan air laut karena gerombolan ikan berenang dekat dengan permukaan air, ikan-ikan yang melompat di permukaan terlihat riak-riak kecil karena gerombolan ikan berenang dekat permukaan. Buih-buih di permukaan laut akibat udara-udara yang dikeluarkan ikan, burung-burung yang menukik dan menyambar-nyambar permukaan laut dan sebagainya. Hal-hal tersebut diatas biasanya terjadi pada dini hari sebelum matahari keluar atau senja hari setelah matahari terbenam disaat-saat mana gerombolan ikan-ikan teraktif untuk naik ke permukaan laut. Tetapi dewasa ini dengan adanya berbagai alat bantu seperti fish finder waktu operasi pun tidak lagi terbatas pada dini hari atau senja hari, siang hari pun jika gerombolan ikan diketemukan segera jaring dipasang.
    Pada operasi malam hari, mengumpulkan / menaikkan ikan ke permukaan laut dilakukan dengan menggunakan cahaya. Biasanya dengan fish finder bisa diketahui depth dari gerombolan ikan, juga besar dan densitasnya. Setelah posisi ini tertentu barulah lampu dinyalakan (ligth intesity) yang digunakan berbeda-beda tergantung pada besarnya kapal, kapasitas sumber cahaya. Juga pada sifat phototakxisnya ikan yang menjadi tujuan penangkapan. Setelah fishing shoal diketemukan perlu diketahui pula swimming direction, swimming speed, density ; hal-hal ini perlu dipertimbangkan lalu diperhitungkan pula arah, kekuatan, kecepatan angin, dan arus, sesudah hal-hal diatas diperhitungkan barulah jaring dipasang. Penentuan keputusan ini harus dengan cepat, mengingat bahwa ikan yang menjadi tujuan terus dalam keadaan bergerak, baik oleh kehendaknya sendiri maupun akibat dari bunyi-bunyi kapal, jaring yang dijatuhkan dan lain sebagainya. Tidak boleh luput pula dari perhitungan ialah keadaan dasar perairan, dengan dugaan bahwa ikan-ikan yang terkepung berusaha melarikan diri mencari tempat aman (pada umumnya tempat dengan depth yang lebih besar) yang dengan demikian arah perentangan jaring harus pula menghadang ikan-ikan yang terkepung dalam keadaan kemungkinan ikan-ikan tersebut melarikan diri ke depth lebih dalam.
    Dalam waktu melingkari gerombolan ikan kapal dijalankan cepat dengan tujuan supaya gerombolan ikan segera terkepung. Setelah selesai mulailah purse seine ditarik yang dengan demikian bagian bawah jaring akan tertutup. Melingkari gerombolan ikan dengan jaring adalah dengan tujuan supaya ikan-ikan jangan dapat melarikan diri dalam arah horisontal. Sedang dengan menarik purse line adalah untuk mencegah ikan-ikan supaya ikan-ikan jangan dapat melarikan diri ke bawah. Antara dua tepi jaring sering tidak dapat tertutup rapat, sehingga memungkinkan menjadi tempat ikan untuk melarikan diri. Untuk mencegah hal ini, dipakailah galah, memukul-mukul permukaan air dan lain sebagainya. Setelah purse line selesai ditarik, barulah float line serta tubuh jaring (wing) dan ikan-ikan yang terkumpul dipindahkan ke atas kapal. Lama pengoperasian alat ini tidak lebih dari 30 menit hal ini dilakukan karena ikan yang bergerombol harus segera dilingkari jaring lalu ditangkap. Jika terlalu lama maka peluang keberhasilan mendapatkan ikan yang banyak sangat kecil.





Gambar 4.Metode Penangkapan


3.7 Daerah Penangkapan (Fishing Ground)
Daerah penangkapan atau lazim disebut “Fishing ground” adalah suatu daerah dimana ikan dapat ditangkap dengan hasil tangkapan ikan yang mengguntungkan. Adapun syarat daerah penangkapan pengoperasian purse seine yaitu :
bukan daerah yang dilarang menangkap ikan
terdapat ikan pelagis yang bergerombol
perairannya relatif lebih dalam dibandingkan dengan dalamnya jaring
Operasi penangkapan yang membutuhkan rumpon sebagai alat bantu menangkap ikan, maka kapal penangkap tersebut setelah sampai daerah penangkapan yang diinginkan maka rumpon diturunnkan ke dalam perairan dan diberi pelampung tanda kemudian ditinggalkan, biasanya nelayan membawa lebih dari satu rumpon. Tetapi ada pula rumpon tidak ditinggalkan, tetapi setelah kapal lego jangkar (menurunkan jangkar) rumpon diturunkan ke dalam air kemudian diikatkan satu buah di haluan di haluan dan satu buah di buritan kapal. Lampu penerangan (listrik atau minyak tanah) dinyalakan di sekeliling kapal sehingga kapal tersebut sanggat terang, maksudnya supaya ikan bergerombol di sekitar kapal.
Purse seine juga dapat digunakan dari fishing ground dengan kondisi sebagai berikut :
1) A spring layer of water temperature adalah areal permukaan dari laut
2) Jumlah ikan berlimpah dan bergerombol pada area permukaan air
3) Kondisi laut bagus
Purse seine banyak digunakan di pantai utara Jawa / Jakarta, cirebon, Juwana dan pantai Selatan (Cilacap, Prigi, dll).

3.8 Hasil Tangkapan
Hasil tangkapan utama pukat cincin (purse seine) adalah jenis-jenis ikan yang hidup bergerombol di periran permukaan (pelagis) seperti pelagis kecil (kembung, selar, lemuru dan ikan lainnya) dan perairan pertengahan pelagis besar (cakalang, tuna, dan jenis ikan lainnya).
Purse seine merupakan alat tangkap utama dalam penangkapan ikan pelagis kecil di Indonesia. Alat tangkap ini menangkap ikan-ikan yang berada pada lapisan permukaan (surface layer). Alat tangkap ini dikategorikan surrounding net atau encircling net (alat tangkap yang dioperasikan dengan cara dilingkarkan). Ikan yang menjadi tujuan utama penangkapan dari purse seine adalah ikan-ikan yang “Pelagic Shoaling Species”, yang berarti ikan-ikan tersebut haruslah membentuk shoal (gerombolan), berada dekat dengan permukaan air (sea surface) dan sangatlah diharapkan pula agar densitas shoal itu tinggi, yang berarti jarak antara ikan dangan ikan lainnya haruslah sedekat mungkin. Dengan kata lain dapat juga dikatakan per satuan volume hendaklah jumlah individu ikan sebanyak mungkin. Hal ini dapat dipikirkan sehubungan dengan volume yang terbentuk oleh jaring (panjang dan lebar) yang dipergunakan. Jenis ikan yang ditangkap dengan purse seine terutama di daerah Jawa dan sekitarnya adalah : Layang (Decapterus spp), bentang, kembung (Rastrehinger spp) lemuru (Sardinella spp), slengseng, cumi-cumi dll. (fiqrin, 2010).

3.9 Alat Bantu Penangkapan Ikan
I. Lampu
Fungsi lampu untuk penangkapan adalah untuk mengumpulkan kawanan ikan kemudian dilakukan operasi penangkapan dengan menggunakan berbagai alat tangkap, seperti purse seine.Jenis lampu yang digunakan bermacam-macam, seperti oncor (obor), petromaks, lampu listrik (penggunaannya masih sangat terbatas hanya untuk usaha penangkapan sebagian dari perikanan industri).
Ikan-ikan itu tertarik oleh cahaya lampu kiranya tidak terlalu dipermasalahkan sebab adalah sudah menjadi anggapan bahwa hampir semua organisme hidup termasuk ikan yang media hidupnya itu air terangsang (tertarik) oleh sinar / cahaya (phototaxis positif) dan karena itu mereka selalu berusaha mendekati asal / sumber cahaya dan berkumpul disekitarnya.




Gambar 5. Lampu
II. Rumpon
Rumpon merupakan suatu bangunan (benda) menyerupai pepohonan yang dipasang (ditanam) di suatu tempat ditengah laut. Pada prinsipnya rumpon terdiri dari empat komponen utama, yaitu : pelampung (float), tali panjang (rope) dan atraktor (pemikat) dan pemberat (sinkers / anchor).
Rumpon umumnya dipasang (ditanam) pada kedalaman 30-75 m. Setelah dipasang kedudukan rumpon ada yang diangkat-angkat, tetapi ada juga yang bersifat tetap tergantung pemberat yang digunakan.
Dalam praktek penggunaan rumpon yang mudah diangkat-angkat itu diatur sedemikian rupa setelah purse seine dilingkarkan, maka pada waktu menjelang akhir penangkapan, rumpon secara keseluruhan diangkat dari permukaan air dengan bantuan perahu penggerak (skoci, jukung, canoes)
Untuk rumpon tetap atau rumpon dengan ukuran besar, tidak perlu diangkat sehingga untuk memudahkan penangkapan dibuat rumpon mini yang disebut “pranggoan” (jatim) atau “leret” (Sumut, Sumtim). Pada waktu penangkapan mulai diatur begitu rupa, diusahakan agar ikan-ikan berkumpul disekitar rumpon dipindahkan atau distimulasikan ke rumpon mini. Caranya ada beberapa macam misalnya dengan menggiring dengan menggerak-gerakkan rumpon induk dari atas perahu melalui pelampung-pelampungnya. Cara lain yang ditempuh yaitu seakan-akan meniadakan rumpon induk untuk sementara waktu dengan cara menenggelamkan rumpon induk atau mengangkat separo dari rumpo yang diberi daun nyiur ke atas permukaan air. Terjadilah sekarang ikan-ikan yang semula berkumpul di sekitar rumpon pindah beralih ke rumpon mini dan disini dilakukan penangkapan.
Sementara itu bisa juga digunakan tanpa sama sekali mengubah kedudukan rumpon yaitu dengan cara mengikatkan tali slambar yang terdapat di salah satu kaki jaring pada pelampung rumpon, sedang ujung tali slambar lainnya ditarik melingkar di depan rumpon. Menjelang akhir penangkapan satu dua orang nelayan terjun kedalam air untuk mengusir ikan-ikan di sekitar rumpon masuk ke kantong jaring. Cara yang hampir serupa juga dapat dilakukan yaitu setelah jaring dilingkarkan di depan rumpon maka menjelang akhir penangkapan ikan-ikan di dekat rumpon di halau engan menggunakan galah dari satu sisi perahu.



Gambar 6. Rumpon











4. PROSES PEMBAHASAN
4.1 Data Kapal
Adapun data kapal yang diperoleh dalam jurnal adalah sebagai berikut :
a. Ship Dimention (Ukuran Pokok Kapal)










Panjang Keseluruhan Kapal (LOA) : 11,60 m
Panjang Garis Tegak Kapal (LBP) : 8,15 m
Panjang Garis Air (LWL) : 10,56 m
Lebar Kapal Maksimum (B Max) : 4,40 m
Lebar Garis Geladak Kapal (Bmdl) : 2,15 m
H/D (Tinggi Kapal) : 3, 56 m
Tinggi Geladak : 1,90 m
Sarat Kapal (d) : 1 m
Panjang Lunas : 12 m
Tinggi Linggi Haluan : 3 m
Tinggi Linggi Buritan : 1,5 m
Koefisien Blok (Cb) : 0,52
Koefisien Gading Besar (Cm) : 0,84
Koefisien Garis Air (Cw) : 0,89
Koefisien Prismatik (Cp) : 0,10

b. GT Kapal



K1 = 0,2 + 0,02 . log­10 (21,5)
= 0,63



GT = 0,63 x 21,5
= 13,55 Ton

c. Displacement
h = jarak antara WL satu dengan yang lain = 0,25
Tabel 1. Jarak Antara WL
No.
WPA (m)
FL
WPA x FL
0
0
1
0
0,25
8,49
4
33,96
0,5
15,5
2
31
0,75
36.96
4
147,84
1
45,38
1
45,38
Total ( ∑ )
258,18


Simpson I
Volume Displacement VD () = 1/3 x h x  hasil
= 1/3 x 0,25 x 258,18 m2
= 21,5 m3

Displacement (∆)
D (∆) = VD x  air laut
= 21,5 m3 x 1,025 Ton/m3
= 22,37 Ton
Dimana :
V = displacement volume (m3)
∆ = displacement berat (ton)
γ = berat jenis air laut (1,025)

4.2 Data Mesin
Adapun data mesin yang diperoleh dalam jurnal adalah sebagai berikut :
Merk : Mitsubishi
Tipe : D 16
Jenis : Motor Diesel
Daya : 80 HP
Jumlah Silinder (I) : 6 Buah Silinder
Sistem Start : Dinamo
Sistem Pendingin : Pendinginan Tertutup
Bahan Bakar : Solar
Sistem Pelumasan : Samp Basah
Ukuran Tangki : 220 Liter
Panjang Mesin : 157 cm
Lebar Mesin : 77 cm
Tinggi Mesin : 81 cm
Pelumas : Mediteran 40
Diameter Torak (D) : 11,8 mm
Putaran Mesin (n) : 1300 Rpm
Langkah Torak (S) : 11,5
Celah Ruang Bakar (c) : 2,5 cm
Tekanan efektif rata-rata
turbo charger : 7 kg/cm2
Tekanan efektif rata-rata
tanpa turbo charger : 5 kg/cm2

4.3 Data Alat Tangkap
Adapun data alat tangkap purse seine yang dipeoleh di jurnal adalah sebagai berikut :
Panjang Alat Tangkap : 375 m
Tinggi Alat Tangkap : 35 m
a. Tali Ris Atas
Panjang (Length) : 375 m
Bahan : Polyethylene
Diameter : 0,4 Inch
Berat : 4 gram
b. Tali Ris Bawah
Panjang (Length) : 375 m
Bahan : polyethylene
Diameter : 0,4 Inch
Berat : 4 gram
c. Tali Pelampung
Panjang (Length) : 400 m
Bahan : Poleythylene
Diameter : 0,4 Inch
Berat : 5 gram
d. Sayap Kantong (Wing Bunt)
Panjang (Length) : 150 m
Kedalaman (Depth) : 35 m
Mesh Size : 1,4 Inch
Berat : 100 gram
Bahan : Nylon no. 6
e. Badan Kantong (Central Bunt)
Panjang (Length) : 75 m
Kedalaman (Depth) : 35 m
Mesh Size : 1,4 Inch
Berat : 50 gram
Bahan : Nylon no. 15
f. Tali Cincin (Tali Kolor)
Panjang (Length) : 450 m
Bahan : Polyethylene
Diameter : 0,4 Inch
Berat : 7 gram
g. Tali Penggantung Cincin
Panjang (Length) : 4.5 m
Bahan : Polyethylene
Diameter : 0,4 Inch
Berat : 2 ons
h. Cincin (Ring)
Bahan : Stainless Steel
Diameter : 3 Inch
Berat : 2 ons
i. Pelampung (Float)
Panjang (Length) : 3 Inch
Bahan : Polystyrene
Diameter : 2 Inch
Berat : 2 Ons
j. Pemberat (Weights)
Bahan : Lead
Berat : 1 ons

4.4 Kaitan Kecapatan Kapal Purse Seine dengan Jumlah Hasil Tangkapan
Kecepatan kapal purse seine harus disesuaikan dengan kecepatan hasil tangkapan. Jika kecepatan hasil tangkapan atau target melebihi kecepatan kapal maka akibatnya tidak akan mendapat hasil yang memuaskan atau dengan kata lain semua hasil tangkapan atau target akan kabur. Selain kecepatan kapal dalam mengejar hasil tangkapan juga, factor yang berpengaruh adalah kecepatan jaring melingkar dan kecepatan jaring membentuk kantong.
Hubungan antara kecepatan purse seine dengan hasil tangkapan dapat dilihat dalam diagram berikut ini :












Tabel 1. Diagram Hubungan Kecepatan Kapal dan Hasil Tangkapan

Hasil Tangkapan








V (Knot)
12 13 15


“Dalam hal kegiatan penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkapa purse seine yaitu jika kecepatan kapal lebih cepat dari kecepatan renang ikan baik dalam hal melingkari hasil tangkapan ataupun kecepatan jaring membentuk kantong maka, hasil tangkapan yang diperoleh akan maksimal dan begitu pula sebaliknya”.













5. PEMBAHASAN

5.1 Pengaruh Kecepatan Kapal Purse Seine Pada Hasil Tangkapan
Penangkapan dengan purse seine harus memperhatikan beberapa factor yaitu pencarian gerombolan ikan, pengepungan gerombolan ikan dan pengoperasian jaring. Apabila kelompok ikan telah ditemukan maka kapal segera melakukan pengejaran. Pada saat melakukan pengejaran diusahakan agar kelompok ikan berada disebelah kanan kapal. Sebelum jaring diturunkan harus diperhitungkan juga arah angin., arah arus dan arah renang ikan. Hal yang sangat menguntungkan bila pada waktu penebaran jaring arah angin dan arus saling berlawanan.
Selain hal-hal yang disebutkan diatas, salah satu factor yang penting dalam pengoperasian alat tangkap purse seine adalah kapal harus memiliki kecepatan yang sangat besar atau tinggi. Hal ini dikarekan untuk mengejar gerombolan ikan saat menemukan gerombolan ikan. Jika kapal yang digunakan memiliki kecepatan yang lebih kecil dari kecepatan renang ikan maka kemungkinan tidak akan mendapat hasil tangkapan. Sebaliknya kapal yang digunakan memiliki kecepatan yang lebih tinggi dari kecepatan renang ikan maka hasil tangkapan yang didapat akan semakin banyak.
Dalam kegiatan penangkapan ikan dengan alat tangkap purse seine ada beberapa factor lain juga yang mempengaruhi dalam keberhasilan antara lain :
1. Kecepatan kapal dalam melingkari hasil tangkapan
Dalam melingkari hasil tangkapan, kapal harus memiliki kecepatan yang lebih tinggi dari kecepatan renang ikan. Hal ini dapat menyebabkan banyaknya hasil tangkapan yang diperoleh. Jika kecepatan renang ikan lebih cepat maka hasil tangkapan yang di peroleh akan semakin sedikit bahkan mungkin tidak ada. Tetapi jika sebaliknya kecepatan kapal yang lebih cepat maka hasil tangkapan akan banyak. Gambar pelingkaran hasil tangkapan dapat dilihat di bawah ini.






Gambar 6. Pelingkaran Gerombolan Ikan
2. Kecepatan Jaring Membentuk Kantong
Selain faktor kecepatan melingkari ikan, kecepatan jaring membentuk kantong juga sangat berpengaruh dalam operasi penangkapan dengan menggunakan purse seine. Hal ini dapat menyebabkan banyak sedikitnya ikan yang didapat. Jika tali kolor tidak ditarik secepat mungkin maka ikan dapat meloloskan diri melalui bagian bawah jaring. Sebaliknya jika tali kolor ditarik secepat mungkin maka kemungkinan ikan untuk lolos melalui bagian bawah jaring sangat kecil bahkan tidak ada. Gambar terbentuknya jaring menjadi kantong dapat dilihat dibawah ini


Gambar 7. Penarikan Tali Kolor














6 KESIMPULAN
6.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari tugas terstruktur ini adalah sebagai berikut:
1. Purse Seine disebut juga “pukat cincin” karena alat tangkap ini dilengkapi dengan cincin untuk mana “tali cincin” atau “tali kerut” di lalukan di dalamnya. Fungsi cincin dan tali kerut / tali kolor ini penting terutama pada waktu pengoperasian jaring.
2. Kecepatan kapal purse seine harus disesuaikan dengan kecepatan hasil tangkapan. Jika kecepatan hasil tangkapan atau target melebihi kecepatan kapal maka akibatnya tidak akan mendapat hasil yang memuaskan atau dengan kata lain semua hasil tangkapan atau target akan kabur.
3. Dalam melingkari hasil tangkapan, kapal harus memiliki kecepatan yang lebih tinggi dari kecepatan renang ikan. Hal ini dapat menyebabkan banyaknya hasil tangkapan yang diperoleh.
4. Jika tali kolor tidak ditarik secepat mungkin maka ikan dapat meloloskan diri melalui bagian bawah jaring. Sebaliknya jika tali kolor ditarik secepat mungkin maka kemungkinan ikan untuk lolos melalui bagian bawah jaring sangat kecil bahkan tidak ada.
5. Tabel 1. Diagram Hubungan Kecepatan Kapal dan Hasil Tangkapan

Hasil Tangkapan





V (Knot)
12 13 15
“Dalam hal kegiatan penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkapa purse seine yaitu jika kecepatan kapal lebih cepat dari kecepatan renang ikan baik dalam hal melingkari hasil tangkapan ataupun kecepatan jaring membentuk kantong maka, hasil tangkapan yang diperoleh akan maksimal dan begitu pula sebaliknya”.

DAFTAR PUSTAKA

Dunia Perikanan, 2011. http://duniaperikanan.wordpress.com/2011/04/03/alat-tangkap-purse-seine/. Diakses pada hari rabu tanggal 11 januari 2012 pukul 14.39.
Fiqrin, 2010. http://fiqrin.wordpress.com/artikel-tentang-ikan/purse-seine/. Diakses pada hari rabu tanggal 11 januari 2012 pukul 14.39.
Frezeries, 2009. http:// frezeries.blogspot.com/2009/11/karakteristik-teknis-alat-tangkap-purse.html. Diakses pada hari rabu tanggal 11 januari 2012 pukul 14.39.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar